PARIWARA

Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Sabtu, Agustus 31, 2013

SEGMENTASI PASAR PRODUK AGRIBISNIS

Segmentasi dimaksudkan sebagai upaya pengelompokan pelanggan dari yang bersifat heterogen menjadi bagian yang lebih homogen. Pengelompokan ini selanjutnya dijadikan pasar sasaran yang harus dilayani; dimana perusahaan harus lebih unggul dibanding dengan perusahaan saingannya. Dalam bidang agribisnis perlu dipertimbangkan dengan baik bahwa konsumen mengkonsumsi satu komoditi dilatarbelakangi oleh banyak hal. Konsumen yang peduli sekali dengan masalah higienitas produk akan mempertimbangkan unsur ini atas setiap produk yang akan dikonsumsi. Oleh karena itu, setiap segmentasi yang telah dibuat harus dikenali dengan baik tentang karakteristik umum dari keseluruhannya; misalnya kebutuhan, motif membeli, dan masing-masing keunikan daripada segmen pasar. Ada banyak cara yang dilakukan pemasar dalam melakukan segmentasi pasar. Cara yang umum dilakukan antara lain adalah: 
  1. Segmentasi berdasarkan geografik. Didasarkan kepada ciri kependudukan; meliputi karakteristik usia, pendapatan, ukuran rumah tangga, dan lain-lain yang biasanya menentukan perilaku suatu pasar. 
  2. Operating characteristic. Khusus untuk usahatani, pasar dapat juga dikelompokkan berdasarkan pasar pertanian atau peternakan, ukuran perusahaan, teknologi yang digunakan dalam proses produksi dan kepemilikan. 
  3. Segmentasi prsikografik. Pemasar melakukan pengelompokan yang didasarkan kepada image atau prestise pembeli. Untuk konsumen anggur misalnya, hal ini demikian menonjol dimana pelanggan tidak sekedar minum anggur akan tetapi mempertimbangkan merek sebagai prestise. 

Secara umum segmentasi pasar dapat dilakukan lewat berbagai cara, dengan mempertimbangkan syarat-syarat berikut: 
  1. Terukur. Pengelompokan harus dapat diukur, sehingga dapat dengan jelas ditentukan berapa besarnya pasar yang akan dilayani. Karakteristik kependudukan mungkin dengan mudah dapat dilakukan, akan tetapi harus menunjukkan satu besaran yang dapat diukur, sehingga setiap saat dapat dievaluasi. 
  2. Substantif. Pengelompokan yang dilakukan harus cukup besar sehingga dapat dilayani secara menguntungkan, kalau tidak hanya menjadi bagian kecil saja yang tidak menjanjikan. 
  3. Actionable. Pasar yang telah dikelompokkan harus dapat dilayani perusahaan secara efektif. Pasar mungkin dapat diidentifikasi sedemikian besar akan tetapi tidak dapat dilayani karena perusahaan tidak mempunyai sumberdaya yang memungkinkan untuk itu. 

Pengelompokan di atas tentunya masih perlu ditambahkan dengan pertimbangan lain seperti tingkat persaingan yang terjadi di pasar agribisnis. Selain persaingan, pertumbuhan pasar juga menjadi pertimbangan. Pasar pada awalnya mungkin cukup kecil, akan tetapi berkembang dengan tingkat pertumbuhan yang pesat. Selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah apakah pasar demikian menjanjikan sehingga dapat memberikan keuntungan (profitable) kepada perusahaan. 

Sumber: www.johannessimatupang.files.wordpress.com

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar