PARIWARA

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

OK

Rabu, Desember 26, 2012

Mesin Penanganan Pascapanen Kopi

Beberapa mesin yang dapat digunakan dalam penanganan pascapanen kopi : 
1) Mesin Pengupas Kulit Buah Kopi (Pulper). Fungsinya mengupas biji kopi dalam proses pengolahan cara basah dan semi basah. 
2) Mesin Pencuci biji Kopi. Fungsinya melepas lapisan lendir dan membersihkan benda asing di permukaan kulit tanduk. 
3) Mesin Pengering. Fungsinya mempercepat proses difusi air sehingga aman disimpan dan tetap memiliki mutu yang baik sampai tahap proses pengolahan selanjutnya. 
4) Mesin Pengupas Biji Kopi Kering. Fungsinya memisahkan kulit buah kering, kulit tanduk dan kulit ari sehingga diperoleh biji kopi pasar yang bersih dan bermutu baik (hulling). 
5) Mesin Sortasi Biji Kopi. Fungsinya meningkatkan produktivitas kerja sortasi manual. Biji kopi terkumpul dalam beberapa ukuran yang seragam berdasarkan tingkatan mutunya. Kompertemen 1 berupa biji kecil; II biji sedang; III biji besar dan kompertemen IV biji ekstra. 

Sumber: www.deptan.go.id

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Rabu, Desember 19, 2012

PEMILIHAN LOKASI PRODUKSI PERTANIAN

  1. Usaha agribisnis berskala kecil mungkin pemilihan lokasi produksi tidak menjadi suatu prioritas, karena umumnya produksi dilakukan di daerah domisili para petani. 
  2. Usaha agribisnis yang berskala menengah ke atas, seperti perusahaan perkebunan, peternakan, perikanan, dan dikelola oleh perusahaan dengan modal investasi yang berjumlah besar, maka pemilihan lokasi tersebut akan besar pengaruhnya bagi keberhasilan dan kesinambungan usaha. 
  3. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi: ketersediaan tenaga kerja ketersediaan prasarana dan sarana fisik penunjang lokasi pemasaran ketersediaan insentif wilayah 
  4. Produk pertanian yang produk pertanian yang umumnya tidak tahan lama memerlukan penanganan dan pengangkutan yang cepat menuju ke lokasi konsumen. 
  5. Keberadaan alat telekomunikasi akan menjadi penting untuk transfer informasi dari lokasi produksi ke lokasi pasar atau sebaliknya. 
  6. Pertimbangan lainnya adalah lokasi pemasaran. Sebaiknya lokasi produksi dekat dengan lokasi pemasaran, terutama untuk komoditas-komoditas yang tidak tahan lama, seperti produk hortikultura. 
  7. Pada era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, jarak antara lokasi produksi dan lokasi pasar tidak menjadi prioritas karena dengan teknologi daya tahan produk dapat diperpanjang dan jarak relatif dapat diperpendek dengan alat-alat pengangkutan yang cepat.
  8. Insentif wilayah juga merupakan faktor pertimbangan dalam menetapkan keputusan lokasi produksi. Insentif wilayah sangat terkait dengan kebijakan pemerintah daerah yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan operasi produksi tersebut. Insentif wilayah yang memiliki daya tarik bagi investor untuk berusaha di daerah: 1. Kebijakan pajak 2. Kebijakan dan peraturan tenaga kerja 3. Kebijakan investasi 4. Budaya pelayanan publik 5. Efektivitas pelayanan publik (debirokrasi) 6. dan lain-lain sebagainya 
 Sumber: Almasdi Syahza. Manajemen Produksi Agribisnis. Palembang: Universitas Sriwijaya

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Selasa, Oktober 30, 2012

Proses Penanganan Pascapanen Kopi

a. Pengolahan Cara Basah 
Pengolahan cara basah umumnya dilakukan oleh Perkebunan Besar Negara maupun Perkebunan Besar Swasta/Nasional. Hal ini disebabkan pada perkebunan besar tersebut manajemen, dan modal untuk pengadaan alat mesin pengolahan yang lengkap telah tertata dan tersedia dengan baik. Tahapan pengolahan kopi secara basah dapat dilihat pada skema berikut: 1) Panen . 2) Sortasi Buah 3) Pengupasan Kulit Buah Merah 4) Fermentasi 5) Pencucian 6) Pengeringan 7) Pengupasan Kulit Kopi HS 8) Sortasi Biji Kering) 9) Pengemasan dan Penggudangan 

b. Pengolahan Cara Semi Basah
Cara pengolahan semi basah diyakini dapat menghasilkan kopi dengan citra rasa yang sangat khas, dan berbeda dengan kopi yang diolah secara basah penuh (WP). Ciri khas kopi yang diolah secara semi basah ini adalah berwarna gelap dengan fisik kopi agak melengkung. Kopi arabika cara semi basah biasanya memiliki tingkat keasaman lebih rendah dengan body lebih kuat dibanding dengan kopi olah basah penuh. Proses cara semi basah juga dapat diterapkan untuk kopi robusta. Tujuan semula dari proses semi basah adalah untuk mengurangi konsumsi air untuk pengolahan secara basah penuh. Dengan demikian, tahapan pengolahan secara semi basah lebih singkat dibandingkan dengan pengolahan secara basah penuh. Perbedaan mendasar dari keduanya adalah biji kopi hasil fermentasi tidak dicuci secara penuh. Selain itu proses untuk menghilangkan sisa lendir di permukaan kulit tanduk setelah proses pengupasan dapat juga dilakukan secara mekanis dengan alat demucialger. Pengolahan secara semi basah ini banyak diterapkan oleh petani kopi arabika di Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan, dengan urutan sebagai berikut : 1) Panen Pilih 2) Sortasi Buah 3) Pengupasan Kulit Buah Merah 4) Fermentasi + Pencucian Lendir Dengan Sedikit Air 5) Penjemuran biji Sampai Kadar Air 12% 6) Sortasi 7) Pengemasan dan Penggudangan 

c. Pengolahan Cara Kering 
Metoda pengolahan cara kering banyak dilakukan oleh petani dengan kapasitas olah kecil, peralatan dan cara pengolahan yang sederhana dan dapat dilakukan di rumah petani. Tahapan pengolahan kopi cara kering antara lain : 1) Panen 2) Sortasi Buah 3) Pengeringan 4) Pengupasan kopi Kering 5) Sortasi Biji Kering 6) Pengupasan dan Penggudangan biji 

Sumber: www.deptan.go.id

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Sabtu, Agustus 18, 2012

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

Hatiku tak sebening aliran air dari pegunungan.
Sikapku tidak sesempurna para Ahli Surga.
Tutur kataku tak seindah suara lantunan ayat suci Al-Qur'an.

Saat yang baik ini dan detik-detik menjelang akhir bulan Ramadhan 1433 H perkenankan diriku ini memohon maaf atas semua khilaf dan salahku pada semua orang yang telah hadir dalam kehidupanku, baik yang menyayangiku ataupun yang membenciku.

Dengan hati yang ikhlas dan tulus saya beserta keluarga mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 Syawal 1433 H
Minal Aidzin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Rabu, Agustus 15, 2012

FUNGSI-FUNGSI PEMASARAN

Fungsi penyimpanan dimaksudkan untuk menyeimbangkan periode panen dan periode paceklik. Ada empat alasan pentingnya penyimpanan untuk produk- produk pertanian, yaitu: a) produk bersifat musiman, b) adanya permintaan akan produk pertanian yang berbeda sepanjang tahun, c) perlunya waktu untuk menyalurkan produk dari produsen ke konsumen, d) perlunya stok persediaan untuk musim berikutnya.

Fungsi transportasi dimaksudkan untuk menjadikan suatu produk berguna dengan memindahkannya dari produsen ke konsumen. Biaya transportasi ditentukan oleh: a) lokasi produksi, b) area pasar yang dilayani, c) bentuk produk yang dipasarkan, d) ukuran dan kualitas produk yang dipasarkan.

Fungsi standarisasi dan grading dimaksudkan untuk menyederhanakan dan mempermudah serta meringankan biaya pemindahan komoditi melalui saluran pemasaran. Grading adalah penyortiran produk-produk ke dalam satuan atau unit tertentu. Standarisasi adalah justifikasi kualitas yang seragam antara pembeli dan penjual, antar tempat dan antar waktu.

Fungsi periklanan dimaksudkan untuk menginformasikan ke konsumen apa yang tersedia untuk dibeli dan untuk mengubah permintaan atas suatu produk. Masalah yang timbul dalam periklanan produk-produk pertanian terutama berkaitan dengan karakteristik produk-produk pertanian itu sendiri.

Sumber: dari berbagai sumber

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !