PARIWARA

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

OK

Senin, Juli 08, 2013

PERANAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS

Agribisnis dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kegiatan meliputi manufaktur, distribusi kebutuhan usahatani, proses produksi usahatani, penyimpanan, pengolahan, serta distribusi hasil atau komoditas dari usahatani dan jenis lainnya. Sedangkan Ewel Roy mendefinisikan agribisnis sebagai pengetahuan yang mengkoordinasikan masukan pertanian, input, seterusnya produksi, pengolahan, serta distribusi produk makanan dan serat. 

Definisi ini jelas menunjukkan betapa luasnya bidang kajian agribisnis,yang jauh lebih luas dari kajian disiplin pemasaran misalnya. Dari pembidangan seperti ini maka kegiatan dalam agribisnis lebih kompleks dibandingkan dengan kegiatan manufaktur yang lebih terfokus pada masalah membuat barang dan jasa, menyampaikan, hingga mengevaluasi; sebagaimana ditemui pada pendekatan manajemen pemasaran atau pendekatan produksi. Kekompleksan demikian membutuhkan pemaduan antara disiplin ilmu ekonomi dan pertanian utamanya. 

Bidang agribisnis menjadi lebih berkembang dewasa ini karena produk-produknya dihasilkan dalam berbagai bentuk yang sedemikian rupa sehingga mudah dikonsumsi dan dapat memenuhi pola konsumsi masyarakat modern. Sepertinya sudah tidak mengherankan lagi ketika anda memasuki supermarket dan menyaksikan produk pertanian seperti buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan serba tersedia; dan mungkin tidak perlu mempersoalkan lagi di mana semua itu dihasilkan, diangkut, dikemas dengan baik; sehingga bisa sampai di tempat tujuan. Kegiatan yang terdapat di dalamnya sesungguhnya menarik dan kompleks. Kegiatan ini sangat kompleks karena melibatkan banyak kegiatan pada satu perusahaan dan melibatkanPemerintah; kebijakan pemerintah – politik dalam mempertahankan dan mengembangkan satu komoditi. 

Sumber: www.johannessimatupang.files.wordpress.com

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN

Hatiku tak sebening air mengalir dari pegunungan.
Sikapku tidak sesempurna ahli surga.
Tutur kataku tak seindah lantunan ayat suci Al-Qur'an.

Saat yang baik ini dan detik menjelang bulan Ramadhan 1433 H perkenankan diriku ini meminta maaf atas semua khilafku pada semua orang yang telah hadir dalam hidupku, baik yang menyayangiku ataupun yang membenciku.

Marhaban ya Ramadhan Tahun 1433 H
Mohon maaf lahir dan batin.

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Sabtu, Februari 16, 2013

Tipe Cold Storage

a. Jacketed cold storage ( cold storage berjaket) 
Tipe ini merupakan ruang penyimpanan yang ideal, tetapi konstruksinya sangat mahal. Ruang dalam terisolasi total dari jaket udara,karena itu lapisan dalam harus dibuat dari bahan yang tidak dapat ditembus udara. Sambungan-sambungannya harus dibuat kedap udara.Sistem cold storage ini menjamin bahwa perbedaan suhu didalam ruang penyimpan cukup kecil. Hal ini dicapai karena aliran dari udara dingin mengelilingi bagian luar dari ruangan dalam penyimpanan. Selain itu, karena pemasukan panas sangat kecil, RH yang tinggi dapat dipertahankan. Dengan demikian, dehidrasi produk sangat terbatas. Tipe ini tidak memerlukan kipas di dalam ruang penyimpan. Hal ini merupakan faktor lain yang mendukung dihasilkannya produk yang baik. Tipe ini tidak banyak dipakai karena harga yang cukup mahal dan karena tidak cocok jika beban panas dari produk cukup tinggi

b. Gridded cold storage (cold storage dengan pipa pendingin polos)
Pada tipe ini, pipa pendingin polos dirangkai menutupi seluruh langit-langit dan di dinding ruangan cold storage.Tipe ini juga menghasilkan kondisi penyimpanan yang baik karena suhu dalam ruangan cukup merata tanpa disirkulasikan dengan kipas. Panas yang masuk melalui dinding segera dikeluarkan tanpa mengganggu produk yang disimpan. Kecepatan pemindahan panas ke pipa hanya sedikit berkurang jika pipa tertutup es sehingga defrost tidak perlu sering dilakukan. Cold storage jenis ini dapat bekerja berbulan-bulan tanpa defrosting. Kelemahan atau kerugian utama dari tipe ini adalah: 1) Ada banyak saluran-saluran pipa yang kompleks 2) Memerlukan bahan refrigeran dalam jumlah yang banyak 3) Struktur cold storage harus kuat untuk menahan pipa-pipa dan refrigeran. 4) Memerlukan bejana penampung regfrigerant jika cooler perlu dikosongkan untuk diperbaiki 

c. Finned grid stores (cold storage dengan pipa bersirip) 
Tipe ini mirip dengan gridded cold storage tapi pipa yang digunakan adalah pipa bersirip. Dengan pipa bersirip ini jika dirangkai di langit-langit saja sudah mencukupi, tanpa memerlukan rangkaian pipa di dinding. Dengan demikian biaya dapat dikurangi, akan tetapi kelemahannya adalah pipa tidak menutupi dinding sehingga kondisi penyimpanannya tidak sebaik cold storage dengan pipa polos. Pipa bersirip lebih sulit di-defrost dan defrost perlu dilakukan sesering mungkin. 

d. Cold storage dengan Unit cooler 
Tipe ini paling banyak digunakan karena paling murah pemasangannya; hanya sedikit memerlukan bahan pendingin; mudah di-defrost dan tidak memerlukan struktur penyangga yang berat. Kelemahannya adalah beberapa rancangan tidak memungkinkan distribusi udara yang merata di dalam cold storage sehingga menyebabkan kondisi penyimpanan yang buruk. 

Sumber: www.deptan.go.id

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Selasa, Januari 22, 2013

Sarana dan Prasaran Penanganan Pascapanen Kopi

a. Lokasi 
Lokasi bangunan tempat penanganan pasca panen harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1) Bebas dari pencemaran, 2) Pada tempat yang layak dan tidak di daerah yang saluran pembuangan airnya buruk, 3) Dekat dengan sentra produksi sehingga menghemat biaya transportasi dan menjaga kesegaran produk, 4) Sebaiknya tidak dekat dengan perumahan penduduk. 

b. Bangunan 
1) Bangunan harus dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan kesehatan sesuai dengan jenis produk yang ditangani, sehingga mudah dibersihkan, mudah dilaksanakan tindak sanitasi dan mudah dipelihara. 2) Tata letak diatur sesuai dengan urutan proses penanganan, sehingga lebih efisien 3) Penerangan dalam ruang kerja harus cukup sesuai dengan keperluan dan persyaratan kesehatan serta lampu berpelindung 4) Tata letak yang aman dari pencurian.

c. Sanitasi
Bangunan harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan kesehatan. 1) Bangunan harus dilengkapi dengan sarana penyediaan air bersih. 2) Bangunan harus dilengkapi dengan sarana pembuangan yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) Bangunan harus dilengkapi sarana toilet : letaknya tidak terbuka langsung ke ruang proses penanganan pasca panen 4) Dilengkapi dengan bak cuci tangan (wastafel).

d. Wadah dan Pembungkus
1) Dapat melindungi dan mempertahankan mutu isinya terhadap pengaruh dari luar. 2) Dibuat dari bahan yang tidak melepaskan bagian atau unsur yang dapat mengganggu kesehatan atau mempengaruhi mutu makanan. 3) Tahan/tidak berubah selama pengangkutan dan peredaran. 4) Sebelum digunakan wadah harus dibersihkan dan dikenakan tindakan sanitasi. 5) Wadah dan bahan pengemas disimpan pada ruangan yang kering dan ventilasi yang cukup dan dicek kebersihan dan investasi jasad pengganggu sebelum digunakan.

e. Tenaga Kerja 
1) Tenaga kerja harus berbadan sehat. 2) Memiliki keterampilan sesuai dengan bidang pekerjaannya. 3) Mernpunyai komitmen dengan tugasnya. 4) Sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja 

f. Alat dan Mesin 
Pada beberapa kegiatan penanganan pasca panen kopi secara kelompok, menengah dan besar, yang melakukan proses pengolahan kopi dengan cara kering, semi basah maupun basah dapat menggunakan alat dan mesin. Proses pengolahan kopi dengan bantuan alat dan mesin memerlukan biaya investasi yang relatif cukup besar. Selain itu juga membutuhkan tenaga yang terlatih dan biaya operasi untuk bahan bakar dan listrik. Alat dan mesin yang dipergunakan untuk penanganan pasca panen kopi harus memenuhi persyaratan minimum yang telah ditetapkan, dan telah teruji kinerjanya oleh Balai Pengujian Mutu Alat dan Mesin Pertanian. Selain itu, alat dan mesin harus memenuhi persyaratan teknis, kesehatan, ekonomis dan ergonomic. persyaratan peralatan dan mesin yang digunakan dalam penanganan pasca panen kopi harus meliputi : 1) Permukaan yang berhubungan dengan bahan yang diproses tidak boleh berkarat dan tidak mudah mengelupas. 2) Mudah dibersihkan dan dikontrol. 3) Tidak mencemari hasil seperti unsur atau fragmen logam yang lepas, minyak pelumas, bahan bakar, tidak bereaksi dengan produk, jasad renik dan lain-lain. 4) Mudah dikenakan tindakan sanitasi. 

Sumber: www.deptan.go.id

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !

Rabu, Desember 26, 2012

Mesin Penanganan Pascapanen Kopi

Beberapa mesin yang dapat digunakan dalam penanganan pascapanen kopi : 
1) Mesin Pengupas Kulit Buah Kopi (Pulper). Fungsinya mengupas biji kopi dalam proses pengolahan cara basah dan semi basah. 
2) Mesin Pencuci biji Kopi. Fungsinya melepas lapisan lendir dan membersihkan benda asing di permukaan kulit tanduk. 
3) Mesin Pengering. Fungsinya mempercepat proses difusi air sehingga aman disimpan dan tetap memiliki mutu yang baik sampai tahap proses pengolahan selanjutnya. 
4) Mesin Pengupas Biji Kopi Kering. Fungsinya memisahkan kulit buah kering, kulit tanduk dan kulit ari sehingga diperoleh biji kopi pasar yang bersih dan bermutu baik (hulling). 
5) Mesin Sortasi Biji Kopi. Fungsinya meningkatkan produktivitas kerja sortasi manual. Biji kopi terkumpul dalam beberapa ukuran yang seragam berdasarkan tingkatan mutunya. Kompertemen 1 berupa biji kecil; II biji sedang; III biji besar dan kompertemen IV biji ekstra. 

Sumber: www.deptan.go.id

Menerima:
JASA OLAH DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Cepat, Murah, dan Terpercaya !